Daerah

APBD Jabar 2026 Tertekan, Dedi Mulyadi Ungkap Beban Anggaran Hampir Rp3 Triliun

×

APBD Jabar 2026 Tertekan, Dedi Mulyadi Ungkap Beban Anggaran Hampir Rp3 Triliun

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menyampaikan instruksi terkait penguatan strategi mitigasi bencana dan desentralisasi BPBD.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat tahun 2026 berada dalam tekanan yang sangat berat akibat pengurangan dana dari pemerintah pusat serta berbagai kewajiban keuangan yang harus ditunaikan pada tahun berjalan.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Pastikan Tidak Ada Kasus Anthrax di Jabar, Lalu Lintas Hewan Bakal Diperketat

Dedi menjelaskan, dana bagi hasil pajak dari pemerintah pusat ke Jawa Barat mengalami pengurangan sebesar Rp2,458 triliun. Selain itu, terdapat sekitar Rp600 miliar kegiatan pembangunan tahun 2025 yang pembayarannya baru dapat direalisasikan pada Januari 2026.

“Jika digabungkan, dana yang terdampak hampir mencapai Rp3 triliun,” ujar Dedi Mulyadi dikutip dari video di akun Instagram @dedimulyadi71, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga:  Sambangi Rumah Korban Tabrak Lari, Air Mata Dedi Mulyadi Tak Tertahankan

Menurutnya, Pemprov Jabar juga masih menanggung sejumlah beban anggaran rutin setiap tahun. Di antaranya kewajiban pembayaran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai hampir Rp600 miliar per tahun, pembiayaan operasional Masjid Raya Al Jabbar sekitar Rp50 miliar per tahun, serta dukungan pembiayaan Bandara Internasional Jawa Barat (Kertajati) yang mencapai hampir Rp100 miliar per tahun.

Baca Juga:  Di Hadapan Prabowo dan Dedi Mulyadi, Menteri Amran Salah Sebut Nama Gubernur Jabar

Selain itu, Jawa Barat juga masih memiliki tunggakan BPJS Kesehatan yang tersisa sekitar Rp300 miliar.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23