Namun Nurdin mengakui ada kendala dalam penerapan aturan ini. Jaringan trayek angkot di Garut masih terbatas dan belum semua rute bisa menjangkau langsung ke kantor-kantor pemerintahan.
Menurutnya, kondisi ini membuat sebagian ASN harus berjalan kaki cukup jauh dari halte terdekat ke tempat kerja.
Tantangan lain datang dari kebutuhan mobilitas tinggi sejumlah ASN.
Mereka yang sering melakukan kunjungan kerja, inspeksi lapangan, atau menghadiri rapat di berbagai lokasi tetap memerlukan kendaraan pribadi agar dapat bergerak lebih fleksibel.
“Mesti jujur juga kita, bahwa pergerakan kita ketika tidak berkendara repot juga, artinya seperti saya misalnya hari ini berangkat ke sini dan banyak titik lainnya,” ungkap Nurdin.





