“Seperti kita lihat hari Senin begitu masifnya kendaraan, makanya kita cek ‘try’ dan ‘error’, bagaimana efeknya selama sebulan ini,” katanya.
Ia menjelaskan, ASN dianjurkan untuk menggunakan angkutan kota (angkot) dari rumah menuju kantor dan sebaliknya. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, kebijakan ini juga diharapkan memberi dampak positif bagi pelaku usaha angkutan umum.
“Mudah-mudahan saja pendapatan angkot bisa naik banyak,” kata Nurdin.
Meski demikian, kebijakan ini tidak lepas dari sejumlah tantangan. Salah satunya adalah trayek angkot yang belum sepenuhnya menjangkau kantor-kantor pemerintahan sehingga ASN harus menempuh jarak tertentu dengan berjalan kaki. Selain itu, ASN yang memiliki tugas lapangan atau mobilitas tinggi masih membutuhkan kendaraan pribadi untuk menjalankan pekerjaannya.
“Mesti jujur juga kita, bahwa pergerakan kita ketika tidak berkendara repot juga. Artinya seperti saya misalnya hari ini berangkat ke sini, dan banyak titik lainnya,” ujar Nurdin. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





