Daerah

Awal 2026 Berisiko Lonjakan DBD, Wali Kota Bandung Minta Warga Tak Sepelekan Ini

×

Awal 2026 Berisiko Lonjakan DBD, Wali Kota Bandung Minta Warga Tak Sepelekan Ini

Sebarkan artikel ini
Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Foto: Istimewa).

“Jangan menunggu sampai parah. Terutama jika disertai sakit kepala hebat, nyeri sendi, muncul bintik merah di kulit, muntah-muntah, atau mimisan. Itu tanda bahaya karena bisa terjadi pendarahan di dalam tubuh,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa layanan tes NS1 untuk deteksi dini DBD tersedia secara gratis di seluruh puskesmas di Kota Bandung. Jika hasil tes menunjukkan positif dan kondisi pasien membutuhkan perawatan lanjutan, dokter akan segera merujuk ke rumah sakit.

Baca Juga:  Soal Penataan PKL di Tegalega Bandung, Ema Sumarna Bilang Begini

Namun apabila pasien belum memerlukan rawat inap, Farhan menekankan pentingnya pemantauan ketat di rumah dengan pengawasan tenaga kesehatan. Menurutnya, virus dengue hanya dapat dilawan dengan daya tahan tubuh, sehingga deteksi dini menjadi faktor krusial.

Baca Juga:  Jawa Barat Tuan Rumah Peringatan Perdana Hari Desa Nasional, Herman Suryatman Beberkan Hal Ini

Hasil pemantauan pemerintah kota juga menunjukkan bahwa tidak ada satu pun kecamatan di Kota Bandung yang benar-benar bebas dari risiko DBD. Artinya, potensi penularan masih ada di seluruh wilayah kota.

Baca Juga:  Farhan Siap Hadapi Gugatan Terdakwa Korupsi Bandung Zoo

Sebagai langkah pencegahan utama, Farhan kembali menekankan pentingnya penerapan 3M Plus, yakni menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup wadah air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3