“Jangan menunggu sampai parah. Terutama jika disertai sakit kepala hebat, nyeri sendi, muncul bintik merah di kulit, muntah-muntah, atau mimisan. Itu tanda bahaya karena bisa terjadi pendarahan di dalam tubuh,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa layanan tes NS1 untuk deteksi dini DBD tersedia secara gratis di seluruh puskesmas di Kota Bandung. Jika hasil tes menunjukkan positif dan kondisi pasien membutuhkan perawatan lanjutan, dokter akan segera merujuk ke rumah sakit.
Namun apabila pasien belum memerlukan rawat inap, Farhan menekankan pentingnya pemantauan ketat di rumah dengan pengawasan tenaga kesehatan. Menurutnya, virus dengue hanya dapat dilawan dengan daya tahan tubuh, sehingga deteksi dini menjadi faktor krusial.
Hasil pemantauan pemerintah kota juga menunjukkan bahwa tidak ada satu pun kecamatan di Kota Bandung yang benar-benar bebas dari risiko DBD. Artinya, potensi penularan masih ada di seluruh wilayah kota.
Sebagai langkah pencegahan utama, Farhan kembali menekankan pentingnya penerapan 3M Plus, yakni menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup wadah air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk.





