“Menguras saja tidak cukup, harus disikat karena telur nyamuk bisa menempel di dinding bak. Genangan air sedikit pun bisa menjadi tempat nyamuk bertelur,” ujarnya.
Terkait fogging, Farhan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Fogging hanya diterapkan berdasarkan kajian epidemiologis dari puskesmas dan kelurahan jika suatu wilayah dinyatakan sebagai daerah endemis.
“Fogging menggunakan pestisida yang kuat. Kita tidak ingin menyebarkan racun tanpa dasar yang jelas,” katanya.
Farhan mengingatkan bahwa DBD bukan penyakit ringan. Jika terlambat ditangani, infeksi virus dengue dapat menyebabkan pendarahan berat hingga menyerang organ vital seperti saluran pencernaan dan otak.
“Ini bukan untuk ditakuti, tetapi harus diwaspadai. Jangan pernah menganggap remeh setiap demam,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





