Daerah

Buku Jadi Solusi Krisis Sosial dan Stres Warga, Farhan Dorong Bandung Jadi Pusat Literasi Nasional

×

Buku Jadi Solusi Krisis Sosial dan Stres Warga, Farhan Dorong Bandung Jadi Pusat Literasi Nasional

Sebarkan artikel ini
Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Foto: Istimewa).

“Buku itu punya fungsi sosial. Membaca atau dibacakan cerita bisa menjadi bagian dari proses healing. Ini bukan konsep abstrak, tapi praktik yang sudah terbukti,” katanya.

Farhan menegaskan, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan literasi berjalan sistemik. Mulai dari menjadikan buku sebagai media penyimpan memori kolektif Kota Bandung, menjamin ketersediaan dan akses bacaan, hingga membangun kebiasaan membaca yang konsisten di tengah masyarakat, baik melalui media cetak maupun digital.

Baca Juga:  Sebanyak 99 Persen ASN Pemkot Bandung Hadir Tepat Waktu di Hari Pertama Kerja, Farhan Bilang Begini

Dalam forum yang sama, Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menyoroti kondisi literasi nasional yang dinilainya berada pada titik mengkhawatirkan, meski angka melek huruf Indonesia tergolong tinggi.

Baca Juga:  Puting Beliung Rusak 31 Rumah di Sekeloa Bandung

Ia menyebut, tingginya kemampuan membaca huruf dan angka tidak berbanding lurus dengan kemampuan berpikir kritis dan memahami informasi. Kondisi inilah yang mendorongnya mengajukan inisiatif revisi Undang-Undang Sistem Perbukuan melalui RUU Pembukuan.

Baca Juga:  Pesantren Gratis Dibangun Seorang Kapolsek di Purwakarta

“Kalau bicara literasi, kita dalam kondisi darurat. Literasi itu bukan sekadar bisa membaca, tapi kemampuan mencerna informasi dan berpikir kritis. Di situ problem kita,” ujar Willy.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3