“Penanganan harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Penyaluran logistik kepada warga terdampak harus benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta menjaga kondisi kesehatan selama bencana banjir berlangsung.
Sementara itu, Kepala BPBD Karawang Usep Supriatna menyampaikan bahwa 13.400 warga terdampak tersebut berasal dari 4.300 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di wilayah terdampak banjir.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum, seperti jalan raya, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, serta areal persawahan.
Usep menambahkan, BPBD Karawang telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari asesmen lapangan, pendataan, pengecekan langsung, hingga kajian cepat untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan mendesak di lokasi terdampak.





