Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan modus memepet korban di jalan sepi. Setelah itu, korban diserang dengan kekerasan, mulai dari tendangan hingga ancaman senjata tajam sebelum kendaraan dirampas.
“Modusnya sistem pepet, ada kekerasan, ditendang dan menggunakan celurit untuk mengancam korban, baru kemudian sepeda motor diambil,” ujarnya.
Polisi juga mengungkap bahwa aksi tersebut kerap dilakukan pada jam rawan, yakni malam hingga menjelang pagi hari saat kondisi jalan relatif sepi dan minim penerangan.
“Pelaku melihat, mengikuti, kalau memang sepi baru menjalankan aksinya. Yang terakhir itu sekitar pukul 05.30 pagi,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, aparat kepolisian meningkatkan intensitas patroli, khususnya pada jam-jam rawan.





