Hingga saat ini, BPBD mencatat sekitar 108 rumah warga di sejumlah desa di wilayah selatan berstatus terancam. Pemilik rumah memilih mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi bangunan dinilai membahayakan keselamatan apabila tetap ditempati.
“Kami sudah meminta warga yang rumahnya berada di zona terancam longsor untuk tidak menghuni rumah tersebut dan mengungsi, terutama karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga awal 2026,” ujarnya.
BPBD Cianjur juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung di seluruh wilayah Cianjur hingga akhir Januari 2026, dengan risiko bencana susulan terutama di wilayah selatan, mulai dari Kecamatan Cibeber hingga Naringgul.
“Cianjur saat ini memasuki puncak musim hujan dengan intensitas tinggi. Masyarakat di seluruh wilayah, baik utara maupun selatan, harus meningkatkan kesiapsiagaan dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda alam yang membahayakan,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





