Selama ini, modal menjadi momok menakutkan bagi petani. Untuk satu musim tanam budidaya ikan, dibutuhkan dana segar sekitar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta.
Celakanya, harga pakan yang fluktuatif sering membuat petani buntung hingga terpaksa menjual aset mereka kepada pemodal besar.
Kondisi perairan Cirata pun kian sesak. Data per pertengahan 2025 menunjukkan ada 86.437 unit karamba di Waduk Cirata, padahal kapasitas idealnya hanya 21.792 unit.
Selain over-capacity, ancaman fenomena upwelling (pembalikan massa air) seringkali memicu kematian ikan massal yang bikin petani gigit jari.
“Setelah dijual, mereka yang semula memiliki karamba kemudian menjadi pekerja,” ujar Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin saat mendampingi Nanik.





