“Setelah film selesai tayang di pusat atau provinsi, bisa dilanjutkan penayangannya ke daerah di bawahnya. Ini perlu dikaji lebih lanjut bersama Direktorat Film, Musik, dan Seni agar konsepnya terbangun dengan baik,” jelasnya.
Fadli juga menyampaikan bahwa pengembangan layar di tingkat kecamatan merupakan hal menarik, mengingat saat ini bioskop masih terkonsentrasi di kabupaten dan kota.
Diskusi juga membahas potensi pemanfaatan ruang dan aset daerah untuk mendukung penyelenggaraan BIOSRA, termasuk peluang optimalisasi aset milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang baru bagi pelaku film lokal sekaligus menggerakkan sirkulasi ekonomi dari kecamatan ke kota.
Turut hadir dalam audiensi tersebut antara lain Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, Direktur Film, Musik, dan Seni Syaifullah, serta Divisi Usaha PERFIKI Cahyo Wibowo.(red)





