Berdasarkan pemeriksaan awal, jenazah korban ditemukan dalam kondisi terlilit kain dan karung pada bagian perut, yang diduga menyebabkan tubuh korban tersangkut di aliran sungai. Polisi menyebut kondisi jenazah telah mengalami lebam mayat dan mengeluarkan bau tidak sedap karena berada di dalam air selama kurang lebih dua hari.
Meski ditemukan sejumlah luka lebam pada tubuh korban, pihak kepolisian memastikan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Luka tersebut diduga kuat akibat benturan dengan batu dan kayu di sepanjang aliran sungai yang berarus deras.
“Luka yang ada merupakan lebam akibat benturan di sungai. Di sepanjang aliran Sungai Cikalang banyak batu dan kayu,” jelas Joni.
Pihak keluarga memastikan jenazah yang ditemukan adalah Muhammad Zaidan Al-Fatih berdasarkan ciri fisik dan pakaian yang dikenakan korban saat terakhir terlihat. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah, dan jenazah langsung dibawa ke rumah duka.
Polisi menegaskan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan murni, yang terjadi setelah hujan deras menyebabkan debit air Sungai Cikalang meningkat. Dengan ditemukannya korban, proses pencarian resmi dihentikan.





