JABARNEWS | GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut memastikan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah masih berlaku hingga 30 April 2026. Pemerintah daerah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul puncak musim hujan yang terjadi pada Februari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, menyatakan surat edaran siaga darurat telah diterbitkan sejak Oktober 2025 dan akan berakhir pada 30 April 2026.
“Ya, ini cuaca yang memang kita sudah sampaikan, kita masih dalam siaga darurat bencana hidrometeorologi basah dan ini berakhir sampai 30 April,” kata Aah dalam keterangan yang diterima, (24/2/2026).
Menurutnya, Februari 2026 menjadi periode puncak ancaman bencana hidrometeorologi. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu sejumlah kejadian banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem di berbagai titik.
“Sekarang sudah mulai pada puncaknya,” ujarnya.





