Selain itu, pegawai juga wajib mematikan lampu yang tidak perlu, memanfaatkan cahaya matahari, hingga mengirit penggunaan air dan kertas demi menekan biaya operasional.
Gaya hidup hijau juga merambah ke cara pegawai berangkat kerja. Setiap Senin, Selasa, dan Kamis, para ASN diminta untuk saling “nebeng” kendaraan dinas atau carpooling. Sementara pada hari Rabu, pilihannya cuma transportasi umum, sepeda, atau jalan kaki.
“Kami ingin membangun budaya hemat energi di lingkungan ASN, mulai dari hal sederhana seperti pengaturan penggunaan listrik hingga perubahan pola transportasi yang lebih efisien,” ungkap Rudy.
Soal kedisiplinan, Rudi menegaskan sistem pantauannya tetap ketat meski para ASN Bogor bekerja di rumah atau WFH. Para pegawai wajib setor absen dan laporan kinerja lewat aplikasi SiCantik.
Selain itu, mereka harus selalu siap meluncur ke kantor jika sewaktu-waktu ada urusan mendesak yang butuh penanganan fisik.





