Komposisi tersebut dinilai belum ideal dan berisiko menciptakan ketergantungan berlebihan pada sektor tertentu. Pemerintah daerah menilai perlu adanya penguatan sektor pertanian dan kewirausahaan agar struktur ketenagakerjaan lebih beragam dan berkelanjutan.
Dadang menyampaikan bahwa upaya perluasan lapangan kerja tidak bisa dilakukan secara parsial. Sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta dunia usaha dinilai menjadi faktor kunci agar program penciptaan kerja berjalan lebih terarah dan efektif.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan penyerapan minimal 10 ribu tenaga kerja per tahun melalui kolaborasi lintas sektor. Target tersebut diarahkan untuk mempercepat penurunan angka pengangguran sekaligus memperluas pilihan kerja di luar sektor industri.
Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai program ketenagakerjaan yang dijalankan selama dua tahun terakhir menunjukkan hasil positif. Pada periode 2024 hingga 2025, realisasi penempatan tenaga kerja tercatat telah melampaui target awal dan mencapai lebih dari 20 ribu orang.
Selain fokus pada penyerapan tenaga kerja, pemerintah daerah juga berencana menanamkan pemahaman dunia kerja sejak usia dini. Edukasi pertanian dan kewirausahaan direncanakan mulai diperkenalkan sejak jenjang pendidikan dasar dengan memanfaatkan lahan sekolah sebagai media pembelajaran. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





