JABARNEWS | INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menargetkan proses normalisasi saluran irigasi di wilayah perkotaan dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga tiga bulan sebagai langkah pengendalian banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan normalisasi dilakukan menyusul kondisi saluran air yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi serta dipenuhi eceng gondok yang menghambat aliran.
“Saluran ini sudah lama tidak optimal karena sedimentasi dan eceng gondok yang menumpuk,” ujar Lucky dalam keterangan yang diterima, Senin (2/2/2026).
Ia menyebut sejumlah titik yang menjadi prioritas penanganan berada di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pembangunan, wilayah yang sering mengalami genangan ketika hujan deras mengguyur kota.
Menurut Lucky, keberadaan eceng gondok yang dibiarkan tumbuh di saluran irigasi dapat memperparah risiko banjir karena mempersempit ruang aliran air.





