“Penanganan banjir setiap tahun tidak akan berarti kalau ruang hijau, rawa, dan sawah di Bandung terus diuruk. Jika tata ruang tidak dibenahi sejak sekarang, dimungkinkan Bandung akan tenggelam,” ungkapnya.
Dalam kebijakan lanjutan, Pemprov Jabar juga akan memperbaiki praktik pertanian di kawasan berlereng curam yang sering memicu longsor. Lahan pertanian sayur di kemiringan ekstrem akan dikembalikan menjadi kawasan vegetasi keras. Untuk menjaga aspek ekonomi, para penggarap akan direkrut menjadi tenaga pemerintah.
“Agar petani tidak rugi, mereka akan kita rekrut sebagai tenaga pemerintah. Tugasnya menanam dan merawat tanaman vegetasi penguat tanah seperti teh, kopi, jengkol, hingga kina,” kata KDM.
Terkait banjir luapan Sungai Citarum dan anak sungainya, Gubernur memastikan skema relokasi bagi warga yang tinggal di sempadan sungai, terutama di titik kritis seperti Bojongsoang dan Dayeuhkolot. Relokasi ini akan diikuti dengan pelebaran sungai dan peningkatan kapasitas tampung.
“Warga di bantaran sungai direlokasi, sungainya diperlebar dan kapasitas tampungnya maksimal. Ini sudah disepakati bersama Pemkab Bandung,” ujarnya.





