Dedi menekankan pentingnya kerja nyata sebagai implementasi filosofi Sunda “Pokpek Trak”, yang mengedepankan tindakan dibanding sekadar wacana.
Dalam sektor pariwisata, Dedi menilai masyarakat tidak membutuhkan kajian panjang, melainkan penataan kawasan yang menarik dan memiliki identitas lokal.
Ia mencontohkan penggunaan elemen khas seperti injuk untuk menciptakan daya tarik visual, yang kemudian mendorong promosi organik melalui media sosial oleh masyarakat.
Menurutnya, pola tersebut telah mengubah warga menjadi promotor mandiri pembangunan daerah. Selain memperluas jangkauan informasi, masyarakat juga memperoleh peluang ekonomi sebagai kreator konten.
Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah rencana rekrutmen besar-besaran tenaga teknis lapangan pada 2026-2027.





