Dari total 24 unit yang direncanakan, terdiri atas 17 SMA negeri, 4 SMK negeri, dan 3 SLB negeri.
Penambahan fasilitas ini diperkirakan mampu menampung sekitar 5.000 siswa baru. Seluruh bangunan ditargetkan mulai dimanfaatkan pada 2027.
Purwanto mengatakan pembangunan sekolah baru diharapkan dapat memperluas kapasitas layanan pendidikan sekaligus memangkas jarak tempuh siswa menuju sekolah.
Pemerintah juga menargetkan terciptanya ruang belajar yang lebih aman dan representatif.
Di sisi lain, Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti masih banyaknya bangunan sekolah di Jawa Barat yang belum memenuhi standar kelayakan.
Ia menyebut kondisi sejumlah SMA dan SMK memerlukan perhatian serius karena rawan terdampak cuaca ekstrem.





