“Saya turun langsung, rayu warga, bahkan ‘mijitin’ agar mau jual tanah. Akhirnya beberapa setuju dengan harga Rp1,1 juta per meter. Ini tantangan nyata di lapangan,” ujarnya.
Gubernur Dedi menegaskan, mengelola provinsi sebesar Jawa Barat dengan kabupaten/kota yang otonom tidaklah mudah. Ia menekankan pentingnya pendekatan emosional dan kebapakan terhadap masyarakat dalam mengurai masalah investasi dan pembangunan.
“Pendekatannya harus seperti seorang ayah kepada anak-anaknya. Tidak cukup dengan aturan saja, tapi juga butuh pendekatan hati,” tutupnya.
Dengan langkah-langkah konkret dan pendekatan langsung di lapangan, Pemprov Jabar berharap iklim investasi semakin kondusif, ramah lingkungan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





