Mantan Bupati Purwakarta tersebut memastikan para mahasiswa teknik sipil yang dilibatkan akan memegang peran vital.
Menurutnya, mereka tidak sekadar mengamati dari jauh, melainkan turun langsung memonitor dan melakukan pengawasan non-struktural di lapangan.
Dedi memastikan proses ini tetap berpedoman pada aturan keselamatan kerja dan ketentuan hukum yang berlaku.
Langkah ini diambil Dedi Mulyadi karena menyoroti masalah kompetensi konsultan yang kerap terjadi di lapangan.
Ia menilai, kualitas pengawasan proyek sering kali lemah karena faktor sumber daya manusia yang kurang kapabel dalam melihat kemajuan pembangunan.





