Selain genteng tanah liat, Dedi menyebut sejumlah material tradisional lain sebenarnya telah lama digunakan masyarakat Jawa Barat, seperti sirap kayu dan ijuk.
“Kemarin juga saya sampaikan, bisa pakai sirap. Saya orang Sunda, senangnya pakai ijuk. Dari sisi bahan baku banyak tersedia,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa penggunaan atap seng di Jawa Barat relatif minim dibandingkan daerah lain, terutama di wilayah Sumatra. Namun, masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas masih banyak menggunakan asbes sebagai alternatif.
“Orang yang ekonominya tidak mapan biasanya pakai asbes kalau tidak pakai genteng. Seng itu jarang di Jawa Barat, lebih banyak di Sumatra,” tutur Dedi.
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, Pemprov Jawa Barat akan memasukkan kewajiban penggunaan genteng atau material sejenis dalam persyaratan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).





