JABARNEWS | BANDUNG – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi lonjakan penularan penyakit campak selama momentum mudik Idul Fitri 2026. Tingginya mobilitas masyarakat dinilai dapat mempercepat penyebaran virus yang dikenal sangat mudah menular tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Rd Vini Adiani mengatakan campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Bahkan satu penderita dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lain dalam waktu singkat.
“Idul Fitri merupakan momen pergerakan massa yang masif dan pertemuan banyak orang. Oleh karena itu masyarakat perlu mewaspadai penyakit tersebut karena mudah menular,” ujar Vini dalam keterangan yang diterima, Jumat (13/3/2026).
Peringatan ini disampaikan setelah data menunjukkan lonjakan signifikan kasus campak di Jawa Barat. Sepanjang 2025 tercatat 1.785 kasus, meningkat tajam dibandingkan 2024 yang hanya 271 kasus.
Sementara itu tren kenaikan masih berlanjut pada 2026 dengan temuan 252 kasus hanya dalam periode Januari hingga Februari.





