JABARNEWS | BANDUNG – Menjelang long weekend, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung mengintensifkan penanganan tunawisma, gelandangan, dan pengemis guna menjaga ketertiban, kenyamanan, serta citra kota, terutama di kawasan strategis dan pusat aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, menyampaikan bahwa secara umum tunawisma terbagi dalam tiga kategori utama, yakni gelandangan, pengemis, dan pemulung. Berdasarkan data Dinsos, jumlah ketiganya mengalami peningkatan sepanjang 2025.
“Untuk gelandangan, pada 2025 tercatat 156 jiwa, meningkat dibandingkan 113 jiwa pada 2024,” ujar Yorisa dalam keterangan yang diterima, Jumat (16/1/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 129 jiwa telah dijangkau melalui Unit Social Response (USR), sementara 27 jiwa lainnya belum terjangkau. Sementara itu, jumlah pengemis mencapai 223 jiwa, naik dari 188 jiwa pada tahun sebelumnya, dengan 184 jiwa telah mendapatkan penanganan.
Adapun jumlah pemulung tercatat sebanyak 57 jiwa pada 2025, meningkat dari 41 jiwa pada 2024.





