JABARNEWS | BANDUNG – Kesbangpol Jabar memperingatkan bahaya doktrin radikalisme yang menyasar anak-anak kini menyusup lewat game online dan medsos, bukan lagi mengandalkan pertemuan tatap muka.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jabar, Wahyu Mijaya, mengungkapkan bahwa ancaman radikalisme saat ini berkembang jauh lebih halus.
Menurutnya, para penyebar paham ekstrem tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pola perekrutan konvensional, melainkan memanfaatkan ruang digital yang sulit terdeteksi orang tua.
“Terorisme sekarang sudah masuk melalui berbagai game yang dimainkan anak-anak. Setelah diarahkan pada kekerasan, kemudian masuk pada pemahaman terorisme,” tegas Wahyu dikutip dari Antara, Sabtu (29/11/2025).
Wahyu menyoroti adanya modus berbahaya dalam beberapa model video game tertentu. Di dalamnya terdapat simulasi yang menyerupai tata cara pembuatan bahan peledak.





