Daerah

DPRD Ingatkan Risiko Utang Rp2 Triliun Pemprov Jabar, Jangan Bebani Gubernur Berikutnya

×

DPRD Ingatkan Risiko Utang Rp2 Triliun Pemprov Jabar, Jangan Bebani Gubernur Berikutnya

Sebarkan artikel ini
Pegawai DPRD Jawa Barat menjalankan kebijakan WFH November 2025 untuk efisiensi listrik dan internet.
Gedung kantor DPRD Jawa Barat (Foto: DPRD Jabar)

Peringatan itu muncul karena kondisi fiskal Jawa Barat masih tertekan. Saat ini, pemerintah provinsi masih menanggung kewajiban cicilan pinjaman dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diajukan pada masa kepemimpinan Gubernur sebelumnya, Ridwan Kamil.

Baca Juga:  Lantik 5.864 ASN di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar, Bey Machmudin Ingatkan Hal Ini

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi mengusulkan pinjaman baru untuk menutup kekurangan fiskal sekaligus mempercepat pembangunan sejumlah proyek strategis yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca Juga:  DPRD Jabar Apresiasi WJOS Sebagai Upaya Optimalisasi Hubungan Luar Negeri

Romli menjelaskan surat pengajuan pinjaman dari pemerintah provinsi sudah diterima oleh pimpinan DPRD. Meski demikian, pembahasan secara resmi di internal dewan belum dimulai.

Ia menegaskan proses pembiayaan tersebut harus mengikuti prinsip kehati-hatian perbankan dan tetap tunduk pada aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga:  Ratusan Peserta Nikah Massal yang Dibantu bank bjb, Dapat Bantuan Dana Hingga Didoakan Samara oleh Ridwan Kamil

Menurut Romli, meskipun Pemprov Jawa Barat merupakan pemegang saham mayoritas di Bank BJB, hal itu tidak boleh mengurangi standar profesional dalam penyaluran kredit.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3