Hasil pendataan itu kemudian dilaporkan secara resmi kepada PPK 5.2 Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Jawa Barat sebagai penanggung jawab teknis di tingkat pusat.
Namun, jika tindak lanjut perbaikan berjalan lambat, DPUPR Kota Bogor tak tinggal diam. Mereka siap turun langsung melakukan penanganan sementara demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Menurut Estiningsih, kolaborasi lintas kewenangan menjadi kunci agar kondisi jalan tetap layak dilalui, baik itu jalan nasional, provinsi, maupun kota.
Soal kesiapan material, ia memastikan stok aspal untuk tahun ini masih mencukupi. Ketersediaan tersebut memungkinkan perbaikan lubang maupun tambalan dilakukan sesuai kebutuhan.
Meski begitu, DPUPR tetap memprioritaskan perbaikan pada ruas jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bogor sebelum membantu ruas lain.





