“Sebaliknya, ada juga siswa yang mengonsumsi makanan tapi tidak mengalami gangguan kesehatan,” jelasnya.
Menurut keterangan guru di sekolah, beberapa siswa di kelas tertentu, khususnya kelas 2, yang mengonsumsi makanan pada hari sebelumnya justru tidak mengalami sakit.
“Ada siswa dari kelas 1 sampai kelas 5 yang mengalami keluhan,” tuturnya.
Pihak Desa Minta Pengawasan Diperketat
Menanggapi kejadian tersebut, Karang Taruna berharap pengelolaan makanan dalam program MBG, khususnya yang dikelola SPPG Desa Gandasari, dapat diawasi lebih ketat.
“Kebersihan, sterilisasi, dan kualitas makanan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Gandi.





