Dugaan tersebut semakin menguat setelah muncul keterangan dari Mamat (60), warga setempat yang juga merupakan orang tua siswa penerima PIP aspirasi 2021. Ia mengaku mendapatkan informasi dari lingkungan sekolah yang dinilai janggal.
“Ada pernyataan, ‘saya mau bayar asal jangan diramaikan’,” ucap Mamat, menirukan informasi yang ia dengar.
Berdasarkan data yang beredar, dana PIP aspirasi 2021 tersebut diperuntukkan bagi 474 siswa dengan total anggaran mencapai Rp392.500.000. Namun, ratusan siswa yang namanya tercantum sebagai penerima manfaat disebut tidak pernah menerima dana, baik secara tunai maupun melalui transfer ke rekening masing-masing siswa, meskipun dana tersebut diduga telah dicairkan.
Mamat juga mengungkapkan, ia mendapat penjelasan dari pihak yang disebut sebagai operator sekolah bahwa persoalan dana tersebut dikaitkan dengan kepala sekolah lama. Sementara kepala sekolah yang baru disebut tidak mengetahui persoalan tersebut karena baru menjabat.
“Keterangan itu justru mengindikasikan adanya persoalan serius dalam pengelolaan dana PIP aspirasi 2021,” ujar Mamat.





