Selanjutnya, elang tersebut dievakuasi ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) pada Senin (2/2/2026) karena membutuhkan penanganan medis lanjutan.
“Secara fisik tidak ada luka parah yang terlihat, tapi kondisinya lemas. Kami khawatir ada luka dalam sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Hendi.
Ia memastikan satwa tersebut merupakan Elang Jawa dewasa. Namun, jenis kelaminnya belum dapat dipastikan karena sulit dibedakan secara visual.
“Jenisnya Elang Jawa satu ekor. Untuk jenis kelamin belum dilakukan sexing karena cukup sulit mengidentifikasinya,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, elang tersebut dipastikan bukan hasil pelepasliaran karena tidak ditemukan alat pelacak GPS maupun tanda lain di tubuhnya.





