Daerah

ESDM Jabar Sebut 2.000 Titik Pengambilan Air Tanah Tak Berizin, Batas Waktu Izin hingga Maret 2026

×

ESDM Jabar Sebut 2.000 Titik Pengambilan Air Tanah Tak Berizin, Batas Waktu Izin hingga Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Bambang
Kepala Dinas ESDM Jabar Bambang Tirtoyuliono. (Foto: Istimewa).

Bambang menegaskan, keberadaan titik pengambilan air tanah ilegal dapat mengganggu keseimbangan ekosistem bawah tanah karena sulit dilakukan pemantauan dan pengendalian.

“Kalau tidak terkendali, kita sulit menjaga keseimbangan kuantitas air tanah. Pemerintah punya tugas melakukan konservasi agar ketersediaan air tetap terjaga,” ujarnya.

Baca Juga:  Longsor Gunung Kuda Cirebon, ESDM Jabar Cabut Izin Tambang Koperasi Al-Zariyah

Ia menambahkan, kawasan dengan jumlah penggunaan air tanah terbanyak berada di wilayah utara hingga tengah Jawa Barat, terutama di kawasan industri seperti Bogor dan sekitarnya.

Baca Juga:  28 Kilogram Sabu Direbus Polres Serdang Bedagai

Sementara untuk sektor air minum dalam kemasan (AMDK), terdapat 130 badan usaha yang menggunakan sekitar 400 titik pengambilan air tanah, dan seluruhnya telah memiliki izin resmi.

Baca Juga:  Bangkitkan Ekonomi Kreatif, DPRD Kota Bandung Dukung Pameran ASEAN-India Artist Camp

Namun, Bambang mengingatkan adanya kewajiban sosial bagi perusahaan pengambil air tanah untuk menyalurkan 15 persen dari debit air tanah berizin kepada masyarakat sekitar.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3