Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Bandung memperkuat sejumlah langkah, termasuk pembentukan tim patroli anti geng motor yang melibatkan lintas instansi seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, kepolisian, dan TNI.
Di sektor pendidikan, pemerintah juga mendorong penguatan karakter siswa tingkat SMP melalui kolaborasi dengan aparat keamanan, sebagai bagian dari upaya pencegahan kenakalan remaja.
Sementara di bidang kesehatan, Pemkot Bandung berencana memperluas layanan kesehatan mental dengan menghadirkan psikolog dan psikolog klinis di sejumlah puskesmas.
“Kita harus bersama-sama menjaga anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salihah serta mampu menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Farhan menekankan bahwa upaya membina generasi muda tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan keluarga agar tercipta lingkungan yang aman dan kondusif. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





