“Kalau kapasitasnya kunjungannya bisa 10 ribu, harus bisa menampung 11 ribu orang. Ini sebaliknya, kapasitas cuma 25 persen yang datang lebih dari 25 persen, terjadilah kecelakaan yang tidak perlu,” ujarnya.
Farhan menambahkan, kerusakan yang terjadi akibat membludaknya pengunjung saat libur Natal dan Tahun Baru akan diperbaiki dalam beberapa bulan ke depan.
Perbaikan itu dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena proyeknya belum memasuki tahap serah terima.
“Diperbaiki pakai APBD dan itu ada kontraktornya dan memang belum masuk serah terima, masih pemeliharaan. Kalau masih bisa diperbaiki, kami perbaiki. Jadi, dua tempat itu ditutup sementara untuk perbaikan,” tuturnya. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





