Menurut dia, keterbukaan informasi menjadi fondasi agar publik tidak terjebak dalam ketidakpastian.
Dengan jadwal yang disampaikan secara terbuka, masyarakat dapat memahami jika terjadi kepadatan lalu lintas sementara dan mengetahui kapan situasi kembali normal.
Tak berhenti pada soal jadwal, Farhan juga memerintahkan evaluasi ulang terhadap standar pengamanan proyek.
Ia menilai perlu ada peninjauan menyeluruh terhadap langkah pencegahan kecelakaan di lapangan.
“Digali itu kan menghalangi jalan. Pertanyaannya, bagaimana memastikan pengguna jalan tetap aman sebelum perbaikan selesai? Ini yang akan kami audit ulang,” ujarnya.





