Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Bandung membangun model pengelolaan sampah berbasis kawasan. Model ini sebelumnya telah diterapkan di sejumlah pasar tradisional.
Farhan menuturkan Pasar Caringin menjadi salah satu contoh penerapan yang dinilai berhasil. Pasar tersebut sebelumnya menumpuk sekitar 500 ton sampah lama dan kini dinyatakan telah bersih.
“Caringin itu bisa dikatakan sudah selesai. Sebanyak 500 ton sampah sisa lama sudah diangkut semuanya. Sekarang tinggal tumpukan sampah harian dan itu sudah dikelola melalui kerja sama business to business dengan pihak ketiga,” katanya.
Model serupa juga telah diterapkan di Pasar Gedebage dan selanjutnya akan menyasar Pasar Ciroyom. Pemkot Bandung turut mengawal perbaikan infrastruktur kawasan pasar, termasuk sistem drainase di Pasar Caringin yang masih memerlukan pembenahan oleh pengelola swasta.
Farhan mengungkapkan, saat ini Kota Bandung baru mampu mengelola sekitar 22 persen dari total 1.597 ton sampah yang dihasilkan setiap hari. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 36 persen pada April 2026.





