JABARNEWS | BANDUNG – Di tengah masifnya penggunaan gawai di kalangan remaja, krisis komunikasi antara anak dan orang tua kian terasa nyata. Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan literasi digital yang digelar Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (Unisba) di MA Miftahurroja’, Desa Wisata Lebak Muncang, Kabupaten Bandung, Rabu (29/1/2026) lalu.
Melalui kegiatan bertema literasi digital berbasis nilai keagamaan dan kelekatan keluarga, para dosen Unisba mengajak pelajar untuk kembali membangun hubungan emosional yang mulai renggang akibat dominasi media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dosen KPI Unisba, Dr. Nia Kurniati Syam, M.Si, menilai banyak remaja saat ini terjebak dalam hubungan digital yang padat interaksi namun miskin kedekatan nyata dengan keluarga.
“Kita sering melihat sinyal internet penuh, tapi komunikasi dengan orang tua justru kosong. Anak sibuk dengan layar, tapi kehilangan dialog dengan rumahnya sendiri,” ujar Nia dalam keterangan yang diterima, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan bahwa gadget seharusnya menjadi sarana kebaikan, bukan justru memutus adab dan kedekatan emosional dalam keluarga.





