Kepala MA Miftahurroja’ mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai menyentuh persoalan nyata yang dihadapi pelajar saat ini.
“Banyak anak sekarang dekat dengan gadget, tapi jauh secara perasaan dengan orang tuanya. Kegiatan ini membuka kesadaran mereka untuk kembali membangun komunikasi yang hangat di rumah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, dosen Unisba berharap remaja tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga mampu menjaga nilai kesantunan, empati, dan keharmonisan keluarga di tengah derasnya arus teknologi.
“Kemajuan teknologi harus berjalan seimbang dengan kekuatan akhlak dan hubungan manusia,” tutup Nia. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





