Ia juga menyinggung potensi penyalahgunaan teknologi, seperti manipulasi gambar dan suara yang kerap dimanfaatkan untuk penipuan. Karena itu, literasi digital dan pemahaman etika dinilai krusial agar siswa mampu menggunakan AI secara bertanggung jawab.
Dalam sesi dialog, Gibran turut menanggapi pertanyaan siswa mengenai dampak lingkungan dari perkembangan AI, termasuk kebutuhan energi dan air pada industri semikonduktor serta pusat data.
Menurutnya, setiap kemajuan teknologi memiliki konsekuensi sehingga diperlukan keseimbangan antara percepatan transformasi digital dan keberlanjutan lingkungan.
“Kalau bicara AI dan industrialisasi pasti ada plus dan minus. Tantangannya adalah mencari titik tengah. AI-nya jalan, edukasi meningkat, tapi lingkungan juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Wapres juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kapasitas agar mampu membimbing siswa memanfaatkan teknologi secara tepat. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





