“Untuk kebijakan evakuasi kami menunggu informasi teknisnya seperti apa, karena tidak hanya Jawa Barat. Pemerintah pusat akan atensi juga untuk daerah-daerah lain, yang warganya ada di Timur Tengah,” ujarnya.
Saat ini, kata Adi, prioritas pemerintah daerah adalah memastikan data akurat serta kondisi warga tetap terpantau. Komunikasi dengan keluarga dan perwakilan diplomatik Indonesia di negara setempat dinilai krusial agar informasi tidak simpang siur.
“Tahap pertama, kami mendata dulu warga Jabar di Timur Tengah dan memastikan kondisi mereka seperti apa,” tuturnya.
“Kami harap warga Jabar di Timur Tengah baik-baik saja dan bisa tetap berkoordinasi dengan kedutaan setempat dan keluarganya,” sambung Adi.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau warga asal Jabar yang berada di kawasan tersebut agar segera menghubungi layanan hotline jika menghadapi kendala.





