Menurut Toto, upaya tersebut biasanya dilakukan secara swadaya. Para pengendara yang melintas terkadang memberikan uang sebagai bentuk terima kasih.
“Lubangnya sebenarnya dalam. Yang terlihat sekarang sudah ditimbun warga, kalau tidak bisa sampai sekitar 15 sentimeter,” kata Toto seperti dikutip dari Kompas.com.
Ia juga mengingat pernah ada perbaikan di lokasi tersebut, namun kerusakan kembali muncul tidak lama kemudian. Karena itu, warga hanya bisa melakukan penanganan sementara dengan menimbun lubang menggunakan puing.
“Pernah diperbaiki, tapi rusak lagi. Sekarang paling cuma diuruk saja. Kalau hujan, jalan jadi becek dan kelihatan kumuh,” ujarnya. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





