JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mendalami skema penyewaan helikopter medis untuk mempercepat evakuasi pasien dari wilayah terpencil ke rumah sakit rujukan. Langkah ini diambil untuk memangkas waktu tempuh yang selama ini menjadi kendala utama dalam penanganan kasus darurat.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Dedi Mulyadi guna memastikan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat, termasuk di daerah dengan keterbatasan akses transportasi.
“Komitmen pak gubernur meningkatkan kualitas kesehatan sangat kuat, sampai muncul gagasan untuk rumah sakit yang jauh, kami bantu fasilitasi helikopter melalui sewa,” ujar Herman dalam keterangan yang diterima, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini sedang mengkaji dua opsi pembiayaan, yakni melalui mekanisme pergeseran anggaran atau perubahan anggaran, dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana publik.
Layanan ambulans udara ini akan diprioritaskan untuk mendukung operasional RSUD Jampang Kulon di Kabupaten Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk Garut di Kabupaten Garut. Kedua wilayah tersebut memiliki waktu tempuh darat yang relatif panjang menuju rumah sakit rujukan utama di ibu kota provinsi.





