Jaenal menegaskan program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok penerima manfaat.
Karena itu, ia meminta pengelola dapur SPPG di Ciamis segera melengkapi seluruh persyaratan operasional agar pelayanan tidak terganggu.
Ia mengingatkan, jika dapur sampai ditutup permanen, dampaknya tidak hanya dirasakan pengelola, tetapi juga masyarakat yang menjadi penerima program.
“Jika operasional dihentikan, tentu banyak pihak dirugikan, terutama masyarakat yang bergantung pada program ini. Karena itu pengelola dapur diharapkan segera memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan,” kata Jaenal.
Adapun dapur MBG di Ciamis yang dihentikan sementara operasionalnya antara lain SPPG Ciamis, Ciamis Maleber 2, Cikoneng Cimari 2, Cikoneng Cimari, Cisontrol 002, dan Ciamis 3. Selain itu, SPPG Ciamis Banjarsari Ratawangi 2, SPPG Ciamis Pamarican, Jatinagara Bayasari 2, serta Ciamis Banjarsari. (har)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





