Inilah Bahaya serta Efek dari Penggunaan Sabu

JABARNEWS | BANDUNG – Beberapa hari lalu, jagat hiburan kembali digemparkan dengan kasus narkoba. Pembisnis muda sekaligus selebgram ternama Medina Zein ditangkap karena terbukti mengonsumsi narkoba jenis Amphetamine atau sabu.

Asep Sutisna, ahli hukum sekaligus Ketua Asep Anti Narkoba (Astina) dari Paguyuban Asep Dunia dan pengurus aktif Indonesia Anti Narkoba (Insano) mengatakan, sabu-sabu merupakan jenis narkotika yang termasuk ke dalam golongan I. Di mna biasanya digunakan untuk keperluan ilmu pengetahuan dan tidak bisa dikonsumsi sembarangan.

“Efeknya sendiri bagi tubuh seperti jantung berdebar-debar, naiknya suhu tubuh, insomnia berat, nafsu makan hilang, kekurangan kalsium hingga depresi berkepanjangan,” kata Asep, dilansir dari laman Kumparan.com, Kamis (2/1/2020).

Baca Juga:  DPRD: Kepala Dinas Kesehatan Garut Permainkan Jabatan

Selain itu, Amphetamin juga memiliki efek stimulan diantaranya meningkatkan aktivitas dan gairah hidup, menurunkan rasa lelah, meningkatkan konsentrasi, menekan nafsu makan dan lain sebagainya. Namun, asep mengatakan jika dikonsumsi secara berlebihan hal ini akan memberikan efek yang sangat buruk termasuk ketergantungan.

Untuk penyebarannya, menurut pengamatan Astina dan Insano, di Indonesia sendiri tampaknya belum ada pabrik yang memproduksi sabu dalam jumlah massal untuk memenuhi kebutuhan akan sabu. Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh produsen luar negeri untuk menyelundupkannya sabu ke Indonesia.

Baca Juga:  Provinsi Jabar dan Inggris Jalin Kerja Sama Wadahi Startup Agar Go Internasional

“Apalagi mereka mengetahui selama ini penjagaan di perbatasan Indonesia sangat lemah. Polisi bisa disuap untuk meloloskan narkotika, bahkan terkadang mereka sendiri yang ikut membantu kelancaran bisnis ini. Maka Indonesia menjadi top market incaran produsen sabu di seluruh dunia,” jelas Asep.

Sementara itu, data menyebutkan bahwa pengguna sabu rata-rata ada di kisaran umur 17-45 tahun. Kebanyakan dari mereka tergiur dengan tawaran manfaat dari sabu seperti, ingin merasa lebih tenang, menjaga tubuh agar tetap fit dan tidak mudah lelah, ingin merasakan euforia dan lonjakan bahagia.

“Itu mereka bisa saja mengonsumsi terus merasa senang, nyaman sampai membuatnya tidak membutuhkan makanan,” tutur Asep.

Baca Juga:  Jembatan Putus Saat Dilintasi, Pemotor Ini Ditemukan Tewas di Sungai Batang Kuis

Jika sudah ketergantungan, dibutuhkan pengobatan dan perawatan intensif. Mereka yang sudah kecanduan juga harus punya keinginan untuk sembuh, menjalankan pengobatan

Maka dari itu, Asep selaku aktivis anti narkoba mengingatkan untuk selalu memahami bahaya dari penggunaan narkoba dan efek jangka panjangnya. Menurutnya, generasi muda adalah yang paling rentan menggunakan narkoba. Ia mengingatkan untuk selalu berpegang pada ilmu dan agama.

Berpeganglah pada kekuatan iman dan agama. Pilih jalan hidup yang benar dan bergaul dengan lingkungan yang selalu memberikan dampak positif bagi kehidupan kita,” tutupnya. (Red)