Petugas juga melakukan penyisiran hingga perbatasan Jawa Tengah, tepatnya dari wilayah Susukan menuju Losari, untuk memastikan seluruh titik rawan telah terdata. Tak hanya di jalan nasional, perhatian juga diberikan pada ruas tol yang berada di wilayah Cirebon.
“Beberapa titik di ruas tol arah Jakarta menuju Jawa Timur masih menjadi perhatian, seperti di KM 221, 227, 229, 230, dan 232,” ujarnya.
Sebagai langkah awal pengamanan, kepolisian telah memberikan penanda visual berupa cat semprot berwarna mencolok di titik-titik berlubang agar mudah terlihat oleh pengendara, terutama pada malam hari dan saat hujan.
Hadi menyebut hingga Januari 2026, belum ditemukan laporan kecelakaan lalu lintas yang secara langsung disebabkan oleh jalan berlubang di wilayah hukum Polresta Cirebon.
“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dan pengelola jalan. Perbaikan ditargetkan selesai paling lambat 6 Maret 2026, sebelum puncak arus mudik,” katanya.





