Sebagai langkah antisipasi, petugas memberlakukan sistem buka tutup di sejumlah titik terdampak agar arus kendaraan tetap bisa berjalan meski terbatas. Saat ini, jalur yang tertutup material longsor baru dapat dilalui satu lajur.
“Sementara baru bisa digunakan satu lajur, masih diberlakukan buka tutup,” ujar Ade.
Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga memasang rambu peringatan di lokasi rawan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) juga dikerahkan untuk memberikan imbauan langsung di lapangan.
Longsor tersebut sempat mengganggu arus kendaraan dari arah Pameungpeuk menuju pusat kota Garut maupun sebaliknya. Petugas gabungan saat ini masih melakukan pembersihan material tanah secara manual dan menggunakan alat berat.
“Saat ini sedang proses evakuasi material tanah longsoran, mudah-mudahan tidak lama lagi akan dinormalkan,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





