Daerah

JLB Peringati Hari Ibu, Soroti Bandung Jadi Kota Paling Tidak Aman bagi Perempuan dan Anak

×

JLB Peringati Hari Ibu, Soroti Bandung Jadi Kota Paling Tidak Aman bagi Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
JLB
Diskusi peringatan Hari Ibu yang diinisiasi Jurnalis Lifestyle dan Bisnis (JLB) di Hotel ARTOTEL Suites Aquila Bandung, Senin (22/12/2025). (Foto: Rian/JabarNews).

Dari sisi regulasi, Kota Bandung dinilai tertinggal dibandingkan Kabupaten Bandung. Kabupaten tersebut telah memiliki sejumlah aturan yang secara khusus mengatur pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk regulasi mengenai tindak pidana perdagangan orang yang mayoritas korbannya perempuan. Sementara itu, kebijakan serupa belum dimiliki Pemerintah Kota Bandung.

“Ini menjadi pekerjaan rumah yang serius. Jika Bandung ingin melahirkan perempuan dan ibu yang tangguh, maka ruang aman adalah syarat mutlak,” kata Sri diskusi peringatan Hari Ibu yang diinisiasi Jurnalis Lifestyle dan Bisnis (JLB) di Hotel ARTOTEL Suites Aquila Bandung, Senin (22/12/2025).

Baca Juga:  Yana Mulyana: Sekarang Ruang Isoman di setiap Kecamatan Sudah Disiapkan

Selain aspek regulasi, persoalan juga terlihat pada layanan publik. Sri menyoroti minimnya perhatian terhadap keamanan perempuan di transportasi umum. Kasus kekerasan di angkutan kota disebut lebih banyak menimpa perempuan, dengan jumlah korban bisa mencapai tiga kali lipat dibandingkan laki-laki. Kondisi tersebut diperparah oleh fakta bahwa perempuan, khususnya ibu-ibu, merupakan pengguna utama angkutan kota karena alasan ekonomi.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Sebut Pandemi Beri Dampak Besar Gaya Hidup Masyarakat

Ia menegaskan, pemerintah kota memiliki kewajiban untuk memastikan layanan publik yang aman dan inklusif bagi perempuan, bukan sekadar menyerahkan persoalan keamanan kepada individu.

Diskusi tersebut juga menghadirkan pandangan dari pelaku usaha, akademisi, dan praktisi komunikasi yang menyoroti peran perempuan di sektor ekonomi, pendidikan, dan rumah tangga. Meski mengakui adanya kemajuan, para narasumber sepakat bahwa tantangan struktural, termasuk kekerasan dan ketimpangan akses, masih menjadi hambatan besar bagi perempuan Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan seperti Bandung. (Red)

Baca Juga:  Pasar Murah Bisa Ringankan Beban Masyarakat, PKS Kota Bandung Minta Pemerintah Kendalikan Harga Kepokmas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2