Daerah

Kasus DBD di Kota Banjar Melonjak! Ada 371 Kasus, 5 Orang Meninggal Dunia

×

Kasus DBD di Kota Banjar Melonjak! Ada 371 Kasus, 5 Orang Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Nyamuk DBD
Ilustrasi Kasus DBD. (Foto: iStockphoto).
Ilustrasi Kasus DBD. (Foto: iStockphoto).

Gerakan 3M Plus—menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk—dianggap menjadi kunci dalam mencegah penyebaran DBD.

“Kewaspadaan masyarakat harus lebih ditingkatkan, terutama di musim hujan. Air yang menggenang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD,” kata Saefuddin.

Baca Juga:  Helmi Budiman Tegaskan akan Perbaiki Akses Jalan Wisata di Garut

Selain 3M Plus, masyarakat juga diimbau untuk melakukan langkah-langkah tambahan, seperti memasang kelambu, menggunakan lotion anti-nyamuk, dan menjaga kebersihan lingkungan. Petugas kesehatan setempat juga aktif melakukan fogging di wilayah-wilayah yang dianggap rawan penyebaran.

Baca Juga:  Imbas Bangkai Babi, Nelayan Merugi Hingga Masyarakat Enggan Makan Ikan

Dengan peningkatan jumlah kasus yang signifikan ini, Dinas Kesehatan Kota Banjar berharap masyarakat dapat lebih aktif dalam mencegah penyebaran DBD untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban lebih banyak di masa mendatang. (Red)

Baca Juga:  Rudy Gunawan Waspadai Penyakit Dampak Musim Kamarau di Garut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2