Rizka menambahkan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan dan Kementerian PUPR untuk membahas kemungkinan pemasangan pengaman tambahan di area jembatan, seperti ram besi atau struktur pembatas lain.
Meski demikian, ia menilai penguatan pengamanan fisik saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, akar masalah berada pada tekanan mental yang semakin banyak dialami warga.
“Ini sebenarnya bukan hanya masalah pengamanan di Pasupati. Tapi bagaimana kita menangani persoalan mental health warga. Sekarang semakin banyak warga yang mengalami tekanan mental,” katanya.
Ia berharap upaya pencegahan dapat melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat luas, agar tidak ada lagi warga yang merasa jalan hidupnya berakhir di tepi jembatan.
“Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi warga yang berniat bunuh diri. Ini persoalan kemanusiaan yang harus kita tangani bersama,” ujarnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





