Selain mendukung ketahanan pangan nasional, kemitraan ini juga membuka peluang pembangunan manufaktur kendaraan listrik di Indonesia yang berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Manufaktur kendaraan elektrik akan dibangun di sini. Ini berarti ada penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekonomi, sekaligus kontribusi terhadap pengurangan polusi,” tambah Riezka.
Menurutnya, fokus pada energi hijau menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya polusi dan perubahan iklim global.
“Dunia sudah semakin panas. Kita harus mengurangi hal-hal yang membahayakan bumi. Energi hijau bukan hanya soal teknologi, tapi tanggung jawab kita menjaga lingkungan,” ucapnya.
Sementara itu, Managing Director Newfront International Group, Kevin Wang menyebut kolaborasi ini lahir dari kesamaan visi Indonesia dan Tiongkok dalam membangun masa depan berkelanjutan.





