“Ini bukan sekadar kerja sama teknis. Ini adalah pilihan bersama yang berorientasi pada masa depan, menggabungkan potensi sumber daya Indonesia dengan keunggulan teknologi hijau Tiongkok,” ujar Kevin.
Ia menilai Indonesia memiliki kekuatan besar pada sumber energi terbarukan seperti surya, angin, dan panas bumi, sementara Tiongkok unggul dalam teknologi fotovoltaik, penyimpanan energi, dan infrastruktur hijau.
“Sinergi ini akan membantu Indonesia mencapai target bauran energi terbarukan nasional sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Di sektor pangan, Kevin menyoroti pengalaman Tiongkok dalam pertanian modern, mulai dari padi hibrida, mekanisasi, hingga sistem pertanian digital yang siap diterapkan di Indonesia.
“Ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga distribusi. Teknologi logistik cerdas akan memastikan pangan sampai ke masyarakat secara aman dan tepat sasaran,” jelasnya.





